ID EN

Blok M Masuk Radar Wisatawan Asing, Kuliner Kekinian Jadi Daya Tarik Utama

Selasa, 15 September 2026 | 21:04

Penulis: Arif S

Warga mengunjungi kawasan bawah tanah di Blok M Hub, Jakarta
Warga mengunjungi kawasan bawah tanah di Blok M Hub, Jakarta. . Foto: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin

Blok M selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan favorit anak muda Jakarta. Namun, belakangan kawasan di Jakarta Selatan itu mulai mendapatkan perhatian dari wisatawan asing yang ingin merasakan langsung tren kuliner dan gaya hidup Ibu Kota.

Kementerian Pariwisata melihat perubahan itu sebagai sinyal positif bagi perkembangan pariwisata Jakarta. Blok M kini tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat lokal, tetapi mulai masuk dalam daftar destinasi wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Jakarta.

"Blok M ini bukan saja terkenal di kalangan gen Z dan milenial dan masyarakat pada umumnya, tetapi, juga sampai ke mancanegara," ujar Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy di Jakarta, Selasa.

Salah satu alasan wisatawan asing datang ke Blok M untuk berburu kuliner. Kawasan itu menawarkan beragam pilihan makanan kekinian, termasuk hidangan penutup dengan tampilan unik serta camilan tradisional Indonesia yang dikemas dengan sentuhan modern.

Bagi wisatawan, pengalaman itu menawarkan lebih dari sekadar kesempatan untuk makan. Mereka bisa melihat bagaimana makanan lokal beradaptasi dengan tren baru sekaligus menemukan sisi lain kehidupan perkotaan Jakarta.

Made menilai Blok M semakin layak diperhitungkan sebagai destinasi wisata kuliner. Bahkan, kawasan itu dinilainya sudah berada di jajaran teratas untuk dikunjungi ketika wisatawan ingin mengikuti perkembangan tren kuliner di Jakarta.

Blok M mendapatkan keuntungan dari perubahan cara wisatawan mencari informasi. Melalui media sosial, rekomendasi kuliner dapat menyebar dengan cepat, termasuk pengalaman wisatawan asing setelah mencoba makanan di kawasan itu.

Wisatawan asal Malaysia menjadi salah satu kelompok wisatawan asing yang mengunjungi Blok M. Pengalaman mereka kemudian ikut tersebar melalui berbagai platform digital.

"Mungkin (pihak lain) sudah terpapar algoritmanya di Threads, Instagram, di TikTok, pasti akan mendapatkan laporan-laporan betapa testimoni dari wisatawan Malaysia itu datang ke Indonesia," ucapnya.

Fenomena ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sebanyak 58,34 persen wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada 2025 tercatat melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi.

Angka itu memperlihatkan kuliner semakin sulit dipisahkan dari perjalanan wisata. Bagi sebagian wisatawan, mencicipi hidangan lokal bukan lagi aktivitas tambahan, melainkan bagian dari alasan mereka memilih sebuah destinasi.

"Ini membuktikan bahwa elemen gastronomi di dalam sebagai daya tarik ya atau bagian dari journey dan perjalanan itu sangat tinggi," kata Made.

Potensi itu ingin diperluas Kementerian Pariwisata dengan menjadikan Jakarta sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi kuliner di daerah. 

Dengan begitu, wisatawan yang menemukan pengalaman gastronomi di Jakarta dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Hafiz Agung Rifai mengatakan Jakarta nantinya diharapkan berperan sebagai penghubung dalam jalur wisata gastronomi Indonesia.

"Kita ingin menjadikan Jakarta itu sebagai hub gastronomi yang nanti akan terhubung ke destinasi-destinasi di daerah kuliner lainnya seperti Yogyakarta, Solo, atau Bali. Jadi, semua terhubung dalam satu jalur wisata kuliner sekarang kita akan masuk ke menarik wisatawan ke daerah," katanya.

Konsep itu menjadikan pengalaman kuliner tidak berhenti di Blok M. Wisatawan dapat mengenal tren makanan perkotaan di Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan untuk menemukan kekayaan kuliner serta tradisi pangan di berbagai daerah.

Dalam jangka panjang, Kementerian Pariwisata berharap gastronomi bisa memiliki posisi lebih besar dalam strategi pariwisata nasional. Kuliner diharapkan mampu menjadi alasan wisatawan memilih Indonesia, bukan hanya sesuatu yang dinikmati setelah mereka tiba di sebuah destinasi.

"Tidak hanya sekadar sebagai pelengkap perjalanan, tapi, juga sebagai alasan utama kenapa wisatawan membuat Indonesia sebagai destinasi tujuan wisata mereka," pungkasnya.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!