Tak Ada Pembalap Favorit di Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP Musim Ini
Selasa, 15 September 2026 | 19:50
Penulis: Arif S

Perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini belum menemukan satu nama yang benar-benar bisa disebut sebagai favorit. Manajer Tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi menilai persaingan masih terbuka, meski Marc Marquez baru saja mencatat hasil sempurna di MotoGP San Marino.
Marc mengamankan kemenangan pada sprint race sekaligus balapan utama di Sirkuit Misano dengan. Kemenangan ini mengubah konstelasi persaingan di papan klasemen dan semakin memperkuat pembalap Ducati sebagai salah satu kandidat juara.
Namun, bagi Tardozzi, satu akhir pekan gemilang belum cukup untuk menetapkan siapa yang bakal menjadi juara dunia.
BACA JUGA
Juara Dunia MotoGP 2026 Ditentukan Konsistensi, Gigi Dall'Igna Ingatkan Marc Marquez?
Kesehatan Marc Marquez Jadi Sorotan Setelah Pengakuan Mengejutkan di MotoGP Inggris
Marc Marquez Mulai Diskusi Perpanjangan Kontrak dengan Ducati Lenovo
"Menurut saya tidak ada favorit juara untuk saat ini seperti saya katakan sebelumnya akan ada perebutan gelar hingga akhir," ujar Tardozzi dikutip dari MotoGP.
Kemenangan Marc mengubah persaingan
Ducati Lenovo mendapatkan momentum besar di Misano. Marc Marquez menguasai sprint race dan balapan utama.
Hasil ini memanaskan persaingan perebutan gelar juara. Sebelumnya, perhatian tertuju kepada duo Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Kini Marc kembali menjadi pusat perhatian.
Namun, Tardozzi tidak ingin Ducati terlena dengan performa Marc. Ia menyadari musim masih panjang dan masih banyak peluang bagi para rival untuk mengumpulkan poin.
"Marc telah menunjukkan siapa dirinya di Misano, tapi di satu sisi kami masih harus bersaing di banyak balapan dan masih banyak poin harus dikejar," ungkap Tardozzi mengenai kemenangan Marc di Misano.
Pernyataan itu menunjukkan Ducati melihat kemenangan di Misano sebagai modal berharga, tetapi bukan jaminan menuju gelar.
Poin Marc dan Martin Sama
Marc Marquez berada di posisi teratas dengan koleksi 274 poin. Menariknya, jumlah itu sama persis dengan milik Jorge Martin.
Pembeda di antara keduanya untuk sementara adalah jumlah kemenangan.
Marc sudah mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Martinator baru mengamankan satu kemenangan.
Sistem klasemen MotoGP menempatkan Marc di atas Martin ketika kedua pembalap memiliki jumlah poin sama.
Kondisi ini menggambarkan betapa ketatnya jarak persaingan di papan atas. Satu hasil buruk atau satu kemenangan dalam beberapa seri ke depan bisa kembali mengubah posisi.
Aprilia Masih Menjadi Ancaman
Sebelum hasil di Misano, duo Aprilia Jorge Martin dan Marco Bezzecchi menjadi kekuatan utama dalam persaingan musim ini. Martin bahkan memiliki poin sama dengan Marc setelah seri San Marino.
Ducati menyadari performa Aprilia belum bisa dikesampingkan. Masih banyak seri tersisa, sehingga perubahan momentum sangat mungkin terjadi.
Karena itu, Tardozzi memilih pendekatan konservatif. Ducati tidak ingin terlalu cepat menyebut satu pembalap sebagai favorit ketika perburuan gelar masih terbuka lebar.
Menurutnya, fokus utama harus diarahkan kepada konsistensi.
"Kami harus terus berkonsentrasi dan mengoleksi poin sebanyak mungkin dari semua kemungkinan," kata Tardozzi yang berambisi mengamankan sebanyak mungkin poin di sisa musim.
Strategi itu masuk akal dalam situasi persaingan yang sangat ketat. Gelar juara dunia tidak ditentukan hanya berapa banyak balapan yang dimenangi, tetapi juga kemampuan menghindari kegagalan dan terus mencetak poin sepanjang musim.
MotoGP Belum Selesai
Tardozzi mengingatkan masih terlalu dini untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara dunia. Dengan banyak seri masih tersisa, posisi klasemen saat ini belum menjadi gambaran akhir.
Momentum bisa berpindah dari satu tim ke tim lain hanya dalam satu pekan.
Bagi Marc, kemenangan di Misano menjadi pernyataan dirinya masih berada di jalur perburuan gelar juara.
Namun, perjalanan menuju gelar masih panjang.
Martin masih memiliki kesempatan membalas. Bezzecchi juga belum keluar dari persaingan. Ducati harus menjaga konsistensi Marc sekaligus memastikan setiap kesempatan meraih poin tidak terbuang.
Tidak ada satu pembalap yang benar-benar aman, selisih di klasemen bisa berubah dengan cepat.
Marc Marquez memang berada di puncak. Jorge Martin menempel dengan jumlah poin sama. Aprilia masih memiliki daya saing, sementara kalender balapan masih menyisakan banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Pada akhirnya, gelar juara dunia kemungkinan besar akan ditentukan bukan siapa yang paling cepat dalam satu seri, melainkan siapa paling konsisten hingga tikungan terakhir musim ini.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!