ID EN

Persija vs Persib: Eksperimen STY, Rizky Ridho Jadi Kunci Redam Thom Haye

Senin, 14 September 2026 | 19:07

Penulis: Rojes Saragih

Shin Tae-yong menunjukkan kemampuan membaca pertandingan secara detail ketika Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Bagi Isman Jasulmei, hal menarik bukan hanya hasil laga, tetapi bagaimana STY mengelola pertandingan dari menit ke menit.

Eksperimen taktik menjadi bagian penting. Rizky Ridho diberi peran yang tidak biasa, bergerak seperti libero di lini tengah. Tugasnya bukan sekadar menjaga pertahanan, tetapi mempersempit ruang gerak dan jalur distribusi Thom Haye. Ketika Haye tidak leluasa mengatur ritme, Persib kehilangan sumber kreativitas pentingnya.

“STY manage pertandingan versus Persib minute by minute. Haye dan Peralta dimatikan,” kata Isman dalam podcast ITSMe.

Pembahasan ini terjadi dalam podcast ITSMe dengan narasumber Mantan Pemain & Pelatih Persija, Isman Jasulmei, serta Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, yang dipandu host Raisha dan Gilang di Sentul, Bogor, Senin (14/9/2026).

Menurut Isman, Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi dan keinginan memenangkan pertandingan. Namun, kondisi itu justru dapat dimanfaatkan STY. Ketika laga membutuhkan perubahan karakter, ia memasukkan penyerang berpostur besar atau “penyerang mamut” untuk memberikan dimensi berbeda dalam serangan.

Jeremieff dan Ivan Mamud membuat pilihan STY semakin banyak. Inilah salah satu keunggulan STY. Ia tidak terpaku pada satu rencana. Pelatih harus memiliki plan A, plan B, bahkan plan C. Ketika Haye dan Peralta berhasil dibatasi, Persib kesulitan menemukan sumber alternatif untuk mengembangkan permainan.

Rizky Ridho memainkan peran penting dalam proses tersebut. Dengan bergerak lebih maju dari posisi bek tengah, ia membantu Persija mengontrol area yang menjadi jalur permainan Haye. Eksperimen itu memperlihatkan bahwa pemain bertahan juga dapat digunakan untuk tujuan taktis yang lebih luas.

Ronny Pangemanan melihat potensi Persija untuk bersaing di papan atas, tetapi menekankan bahwa semuanya harus dibuktikan pada pekan-pekan berikutnya. Jika Persija mampu menjaga konsistensi, tidak kalah dalam banyak pertandingan dan tetap kuat di kandang, peluang menjadi juara Super League terbuka lebar.

Di sisi lain, Persib harus segera mengambil pelajaran dari laga di GBK. Tantangan berikutnya adalah FC Seoul di Seoul dalam ajang AFC Champions League Two. Pertahanan menjadi salah satu aspek yang harus diperkuat karena ketika pemain kreatif lawan dikontrol dan jalur serangan diputus, sebuah tim bisa kehilangan ritme.

Bagi Persija, pertandingan ini memberikan gambaran menarik tentang cara STY bekerja. Ia bukan hanya menyiapkan starting XI, tetapi membaca pertandingan minute by minute, menguji pemain, mengubah fungsi pemain, dan mencari solusi berdasarkan perkembangan di lapangan.

Eksperimen Rizky Ridho sebagai libero midfield untuk membatasi Thom Haye menjadi salah satu contoh paling jelas. Jika pola seperti ini terus berkembang dan Persija mampu menjaga konsistensi, eksperimen STY di GBK bisa menjadi bagian dari proses membangun Persija yang benar-benar siap bersaing memperebutkan gelar.