ID EN

Fajar Ramadhan, Desainer di Balik Jersey Timnas Indonesia: Dari Persija hingga Eropa

Kamis, 3 September 2026 | 17:11

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor - Kalau kita melihat sebuah jersey sepak bola, yang biasanya kita pikirkan adalah pemainnya, klubnya, atau pertandingan yang sedang berlangsung. Kita melihat warna, lambang, motif, sponsor, lalu membayangkan bagaimana jersey itu akan terlihat ketika dipakai seorang pemain di tengah lapangan.

Tapi pernah nggak kita berhenti sejenak dan berpikir: siapa orang yang merancang semua itu? Siapa yang menerjemahkan sejarah sebuah klub, identitas sebuah negara, bahkan emosi para suporternya ke dalam sebuah pakaian yang kemudian dikenakan oleh para pemain di lapangan?

Nah, hari ini kita kedatangan salah satu orang yang berada di balik jersey-jersey tersebut. Namanya Fajar Ramadhan, atau lebih dikenal di media sosial sebagai Fajarrusalem.

Podcast ini direkam di Studio Sentul, Bogor, pada 3 September 2026, dengan perbincangan bersama Fajar Ramadhan yang dipandu oleh Raisha dan Syafira.

Fajar adalah seorang football apparel designer. Perjalanannya di dunia desain dimulai dari pendidikan Desain Produk Industri di ITS Surabaya.

Setelah itu, ia memulai karier profesionalnya sebagai Junior Apparel Designer di Riors, kemudian melanjutkan perjalanan di League, dan sejak 2020 menjadi Lead Apparel Designer di Mills.

Sepuluh tahun lebih berada di industri apparel membuat Fajar tidak hanya mengerjakan desain untuk satu atau dua klub.

Portofolionya membawa kita dari Persija Jakarta dan Persela Lamongan, kemudian ke Timnas Indonesia, hingga akhirnya menyeberang ke luar negeri bersama Tranmere Rovers di Inggris dan FCV Dender di Belgia.

Dan menariknya, pekerjaan seorang football apparel designer ternyata bukan sekadar menggambar jersey yang terlihat bagus.

Di balik satu desain yang mungkin hanya kita lihat beberapa detik di layar televisi, ada proses panjang. Mulai dari melakukan riset, mencari cerita, memahami identitas sebuah klub atau negara, hingga menerjemahkan cerita tersebut menjadi elemen visual.

Setelah itu, masih ada proses berdiskusi dengan berbagai pihak, menghadapi revisi, membuat sample, sampai akhirnya desain tersebut benar-benar diproduksi dan dipakai pemain di lapangan.

Artinya, ketika kita melihat sebuah jersey Timnas Indonesia, misalnya, ada sebuah cerita yang jauh lebih panjang di balik garis, warna, motif, dan detail yang menempel di jersey tersebut. Ada keputusan-keputusan desain yang mungkin tidak pernah diketahui oleh penonton atau suporter.

Dan perjalanan Fajar ternyata juga tidak berhenti di sepak bola.

Setelah lebih dari satu dekade berkarya, eksplorasinya semakin luas. Ia pernah berkolaborasi dengan musisi seperti Barasuara dan StandupIndo, mengerjakan berbagai proyek apparel, hingga membuat jersey yang sangat unik untuk Masjid Jogokariyan.

Tahun 2025 juga menjadi sebuah titik penting dalam perjalanannya.

Fajar merayakan 10 tahun berkarya melalui sebuah proyek dan pameran yang menjadi semacam refleksi terhadap perjalanan yang sudah ia lalui. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dari seorang desainer yang memulai kariernya di Indonesia, kemudian mengerjakan jersey klub dan Timnas, sampai akhirnya terlibat dalam proyek apparel untuk klub di Inggris dan Belgia.

Tapi justru di sinilah pertanyaan menariknya muncul.

Setelah melewati perjalanan sejauh itu, sebenarnya apa yang ada di kepala seorang Fajar Ramadhan? Apakah ia masih melihat dirinya hanya sebagai seorang desainer jersey? Atau ada mimpi yang lebih besar yang sedang ia bangun?

Karena itu, hari ini kita nggak cuma mau ngobrol soal jersey Timnas Indonesia. Kita ingin membongkar dunia di balik sebuah jersey sepak bola. Bagaimana seorang desainer mencari inspirasi?

Bagaimana sebuah sejarah dan identitas diterjemahkan menjadi desain? Seberapa panjang proses dari sebuah ide di atas kertas sampai menjadi jersey yang dipakai pemain? Dan bagaimana rasanya ketika desain yang kita kerjakan akhirnya dipakai oleh Timnas Indonesia atau bahkan klub di luar negeri?

Kita juga ingin mengetahui sisi lain dari perjalanan Fajar—tentang passion, proses, kegagalan, keberanian mengambil kesempatan, dan bagaimana seseorang bisa membangun karier dari sesuatu yang awalnya mungkin hanya terlihat sebagai sebuah hobi atau kecintaan terhadap sepak bola.

Karena mungkin, di balik setiap jersey yang kita kenakan, selalu ada sebuah cerita. Dan hari ini, di Studio Sentul, Bogor, bersama Raisha dan Syafira, kita akan mendengarkan cerita dari orang yang berada di baliknya.

Fajar Ramadhan, Fajarrusalem, selamat datang di podcast.