ID EN

Ratu Tisha Ingin Timnas Indonesia Punya Mental Baja, Bukan Lagi Dicap Kalah Mental

Senin, 24 Agustus 2026 | 09:56

Penulis: Respaty Gilang

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026.
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026.. Foto: AntaraNews

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha mengungkapkan ambisi untuk membangun karakter Timnas Indonesia agar dikenal memiliki "mental baja" dalam menghadapi berbagai pertandingan di masa depan.

Menurut Tisha, istilah "kalah mental" masih cukup sering digunakan ketika publik membahas performa sebuah tim setelah meraih hasil buruk. Ia ingin pembahasan mengenai mental pemain tidak berhenti sebatas opini atau percakapan sehari-hari.

Sebaliknya, persoalan mental dalam sepak bola dinilai perlu diteliti secara lebih serius melalui pendekatan ilmiah, termasuk dengan memanfaatkan sport science.

"Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara lah ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata 'mental nih, mental nih'. Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research," kata Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.

Liga Universitas Jadi Bagian dari Pengembangan Mental

Liga Universitas menjadi salah satu wadah yang digunakan Tisha untuk menjalankan gagasan tersebut. Kompetisi sepak bola antarkampus ini mengusung tema "Football For Mental Health" yang menekankan pentingnya kesehatan mental dalam olahraga.

Tisha menilai olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga sekaligus membangun kesehatan mental. Dalam sepak bola, berbagai aspek latihan juga dapat diteliti untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kondisi fisik dan psikologis pemain.

Ia menyebut sejumlah aspek seperti physical strengthening, conditioning, hingga injury prevention sebagai bagian yang perlu terus dikembangkan mengikuti kemajuan football science.

Selain program latihan, aturan pertandingan juga dapat menjadi objek penelitian. Salah satunya adalah penerapan sin bin yang digunakan dalam Liga Universitas untuk melihat sejauh mana aturan tersebut dapat membantu pemain mengelola emosi ketika berada dalam situasi pertandingan.

Bagi Tisha, upaya tersebut bukan program yang hasilnya bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Ia justru membidik perubahan dalam jangka panjang hingga satu dekade mendatang.

Targetnya, pembicaraan mengenai Timnas Indonesia tidak lagi berkutat pada persoalan mental ketika menghadapi pertandingan penting. Sebaliknya, skuad Garuda diharapkan justru dikenal sebagai tim yang memiliki kekuatan mental di berbagai level kompetisi.

"Jadi ini adalah sarana untuk area latihan, latihan dan agar kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah 'Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat'. Inginnya kan visinya gitu ya. Jadi mental kita adalah yang paling kuat seperti kita melihat Jepang lah kemarin bagaimana tenangnya mereka bermain dan lain sebagainya," tutur dia.

Mental Pemain Harus Ditempa di Lapangan

Lebih lanjut, Tisha menilai pembentukan mental tidak cukup dilakukan melalui teori di ruang kelas. Pemain membutuhkan pengalaman langsung dalam pertandingan agar mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika menghadapi tekanan sebenarnya.

Menurutnya, lapangan menjadi tempat paling penting untuk menguji sekaligus membentuk kemampuan pemain dalam mengelola situasi pertandingan.

Atas dasar itu, Liga Universitas tidak hanya diposisikan sebagai kompetisi untuk mencari pemenang. Turnamen tersebut juga menjadi ruang bagi pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan melatih kekuatan mental secara langsung.

"Karena yang begini nggak bisa diomongin di dalam ruang kelas, ya bisa hanya satu-dua hari, setelah itu praktiknya ada di lapangan karena kan di sepak bola adalah the real praktiknya," tutup dia.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!