Shin Tae-yong Sebut Permainan Persija Hampir Sempurna, Jeremejeff Jadi Puzzle Baru
Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:00
Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Persija Jakarta menutup pemusatan latihan di Thailand dengan perkembangan permainan yang dinilai semakin sesuai dengan keinginan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu melihat sejumlah aspek yang dibangun selama dua pekan latihan mulai diterapkan pemain dalam pertandingan.
Persija mengakhiri training camp dengan kemenangan 2-1 atas Chiangrai United di Alpine Training Football Camp, Bangkok, Sabtu (22/8/2026). Gol Arlyansyah Abdulmanan dan Rizky Ridho memastikan Macan Kemayoran menutup agenda di Thailand dengan hasil positif.
Sebelumnya, Persija juga menang 2-1 atas Police Tero pada 19 Agustus. Namun, bagi Shin Tae-yong, hasil pertandingan bukan menjadi ukuran utama. Cara pemain menerjemahkan konsep permainan justru menjadi perhatian utama tim pelatih.
BACA JUGA
Persija Datangkan Jeremejeff, Shin Tae-yong Optimistis Masalah Striker Teratasi
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Kejutan Besar! Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta dengan Kontrak 3 Tahun
“Performa tim sangat bagus. Timing operan pemain, tempo permainan, hampir seluruhnya memuaskan,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip dari laman resmi Persija, 23/08/2026.
Shin melihat chemistry antarpemain maupun antarlini semakin kuat. Organisasi pertahanan juga mampu merespons tekanan lawan dengan baik, sementara distribusi bola untuk membangun serangan berjalan sesuai dengan rencana.
Perkembangan itu tidak datang secara instan. Pada pekan pertama training camp, Persija lebih banyak ditempa melalui program fisik intensif. Pemain menjalani dua sesi latihan setiap hari untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan sebelum mulai diarahkan pada pematangan pola permainan.
Ketika menghadapi Chiangrai United, sejumlah hasil dari proses tersebut mulai terlihat. Shin menilai penguasaan tempo dan ketepatan pengambilan keputusan saat mengalirkan bola semakin baik.
Kini, tantangan Persija adalah mempertahankan perkembangan tersebut ketika kembali ke Jakarta. Shin menilai kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor terpenting karena tim harus mampu menjalankan permainan dengan intensitas tinggi selama 90 menit.
“Kondisi pemain sepertinya yang paling penting. Lalu sepak bola yang ingin kami mainkan, timing operan, kemudian stamina dasar pemain untuk berlari 90 menit,” ujar Shin.
Selain itu, komposisi pemain dan jarak antarlini juga masih harus terus dibentuk. Shin ingin seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari permainan Persija ketika memasuki kompetisi Super League.
Upaya memperkuat skuad juga dilakukan Persija melalui perekrutan Alexander Jeremejeff. Striker asal Swedia tersebut resmi bergabung dengan Macan Kemayoran untuk dua musim ke depan.
Jeremejeff datang membawa pengalaman panjang di Eropa. Ia pernah memperkuat klub-klub Swedia seperti BK Häcken dan Malmö FF, bermain di Jerman bersama Dynamo Dresden, sempat dipinjamkan ke FC Twente di Belanda, serta memperkuat Panathinaikos dan PAOK di Yunani.
Penyerang berusia 32 tahun itu juga pernah menjadi top skor Allsvenskan 2022 dengan 22 gol. Bersama Panathinaikos, ia turut meraih gelar Greek Cup pada 2024. Jeremejeff juga memiliki satu penampilan bersama Timnas Swedia pada 2019.
Kehadiran Jeremejeff diharapkan dapat menjawab kebutuhan Persija di lini depan. Shin Tae-yong menilai sang striker dapat mengatasi persoalan di posisi penyerang yang selama ini menjadi perhatian pendukung.
“Dia adalah seorang striker yang cukup bagus. Saya rasa dengan hadirnya Alex, masalah di posisi striker yang dikhawatirkan oleh para pendukung kami dapat teratasi,” tutur Shin.
Setelah menyelesaikan training camp di Thailand, Persija dijadwalkan menghadapi Brisbane Roar dalam laga uji coba di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (29/8). Pertandingan itu sekaligus menjadi agenda peluncuran tim dan jersey baru Persija bersama Adidas.
Setelah itu, ujian sebenarnya bagi permainan yang sedang dibangun Shin Tae-yong akan datang pada kompetisi resmi. Persija dijadwalkan membuka Super League 2026/2027 dengan menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 5 September.
Dua kemenangan di Thailand menjadi modal awal. Namun, pekerjaan Shin Tae-yong belum selesai. Ia kini harus memastikan chemistry, tempo permainan, distribusi bola, organisasi pertahanan, serta kondisi fisik yang dibangun selama training camp dapat bertahan ketika Persija memasuki kompetisi resmi.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!