ID EN

Kemenpar Perkuat Promosi Wonderful Indonesia, Wisatawan Taiwan Jadi Target

Kamis, 3 September 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Karangasem, Bali
Karangasem, Bali.. Foto: Envato

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperluas jangkauan promosi Wonderful Indonesia ke pasar mancanegara. Kali ini, Taiwan menjadi sasaran melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei pada 2 September 2026.

Kegiatan itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan pelaku industri pariwisata Taiwan.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan sales mission tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi. 

Agenda itu juga diarahkan untuk memperkuat citra Wonderful Indonesia sekaligus meningkatkan transaksi dan kerja sama antara industri pariwisata kedua negara.

“Selain memperkuat promosi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan dan reputasi terhadap Wonderful Indonesia, memperkuat citra positif dan daya saing dengan destinasi kompetitor, serta menghasilkan kesepakatan dan nilai transaksi penjualan maupun potensi kerja sama berkelanjutan antara para pelaku industri pariwisata Indonesia dan Taiwan," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Made mengatakan sales mission menjadi salah satu strategi untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia di Taiwan. Pertemuan business to business (B2B) mempertemukan pelaku industri kedua negara sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai program unggulan Kemenpar.

Program itu merupakan hasil kolaborasi Kemenpar bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), dan STARLUX Airlines.

Bali hingga Labuan Bajo Dipromosikan

Dalam Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei, sejumlah destinasi unggulan Indonesia diperkenalkan ke pasar Taiwan. Kemenpar dan KDEI Taipei mempromosikan Bali, Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan di Jawa Timur, Surabaya, hingga Labuan Bajo.

Tak hanya destinasi populer, berbagai produk wisata minat khusus yang dinilai sesuai dengan karakteristik wisatawan Taiwan juga ditawarkan. 

Strategi ini menjadi penting untuk memperluas pilihan perjalanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi calon wisatawan.

Sebanyak 21 pelaku industri pariwisata Indonesia ikut ambil bagian dalam agenda tersebut. Mereka terdiri atas agen perjalanan dan tur operator, Destination Management Company (DMC), serta penyedia akomodasi.

Para pelaku industri menawarkan produk dan paket wisata Indonesia kepada lebih dari 49 pembeli potensial dari Taiwan.

Pertemuan B2B menjadi salah satu upaya mengubah potensi pasar Taiwan menjadi transaksi dan perjalanan wisata yang nyata. Dengan mempertemukan langsung penjual dan pembeli, promosi destinasi diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk paket perjalanan maupun kerja sama bisnis.

Pasar Taiwan Masih Punya Ruang Besar

Taiwan menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki peluang besar bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan.

Angka itu menempatkan Taiwan sebagai negara penyumbang wisatawan ke Indonesia terbesar ke-13.

Namun, potensi pasar tersebut masih jauh lebih besar jika melihat tingginya aktivitas perjalanan masyarakat Taiwan ke luar negeri. Pada Januari-Juni 2026, Taiwan mencatat lebih dari 12,6 juta outbound travellers atau tumbuh 16,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Saat ini, wisatawan Taiwan yang datang ke Indonesia masih kurang dari 1 persen dari total perjalanan outbound Taiwan ke Asia.

Sebagai perbandingan, Jepang menerima sekitar 4,6 juta wisatawan Taiwan pada periode sama. Mainland China berada di angka sekitar 2,1 juta, disusul Korea Selatan dengan 1,4 juta, Vietnam sekitar 706 ribu, dan Thailand sebanyak 645.687 wisatawan.

Perbedaan angka menunjukkan Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan pangsa pasar wisatawan Taiwan.

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah memperbanyak pilihan destinasi dan produk wisata disesuaikan dengan karakteristik perjalanan wisatawan Taiwan. 

Tidak hanya mengandalkan destinasi populer, Indonesia juga memiliki kesempatan memperkenalkan berbagai pengalaman wisata baru.

Konektivitas Jadi Modal Penting

Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo mengatakan Taiwan merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. 

Menurut dia, tingginya minat masyarakat Taiwan bepergian ke luar negeri menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan Indonesia.

Perkembangan konektivitas udara menjadi faktor pendukung untuk memperbesar pasar tersebut. Akses penerbangan yang semakin baik dapat membantu wisatawan Taiwan menemukan lebih banyak pilihan perjalanan menuju berbagai destinasi di Indonesia.

Karena itu, Kemenpar, KDEI Taipei, maskapai penerbangan, asosiasi pariwisata, agen perjalanan, tur operator, hotel, dan pelaku industri lainnya perlu bergerak bersama untuk mengubah potensi pasar menjadi peningkatan kunjungan.

Promosi Wonderful Indonesia di Taipei bukan sekadar memperkenalkan nama destinasi. Di baliknya terdapat target lebih besar, yaitu membangun hubungan bisnis berkelanjutan sekaligus menjadikan Indonesia semakin kompetitif di tengah persaingan destinasi wisata Asia.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!