Bogor - Apa jadinya jika segelas es markisa menjadi alasan untuk mendaki bukit setinggi 846 meter di atas permukaan laut?
Itulah pengalaman reporter ITSMe, Syafira, saat melakukan trekking ke Bukit Paniisan pada awal Agustus 2026.
Bukan sekadar ingin mencapai puncak, Syafira punya satu tujuan yang cukup unik: mencicipi es markisa yang dijual di kawasan puncak Bukit Paniisan.
BACA JUGA
Mendaki Gunung Luhur Bogor, Menikmati Hortensia Mekar hingga Puncak 1.750 Mdpl
Memacu Adrenalin di Trek Liar ATV Ubud - ITSMe Travel Series
Indonesia Footgolf Cup 2026: Palm Hill Sentul Jadi Arena Persaingan Atlet Lintas Negara
Untuk mendapatkannya, ia harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Desa Bojong Koneng, titik awal pendakian.
Perjalanan ini menjadi bagian dari ITSMe Travel Series dengan episode “Mendaki Bukit Paniisan, Demi Secangkir Es Markisa.”
Trekking Bukit Paniisan 846 MDPL
Bukit Paniisan merupakan salah satu tujuan trekking di Sentul, Kabupaten Bogor, yang berada di sekitar Gunung Pancar. Puncaknya berada di ketinggian 846 mdpl.
Bukit ini menawarkan suasana alam terbuka dengan panorama perbukitan, hamparan pepohonan hijau, udara segar, serta sejumlah tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan dari ketinggian.
Bagi pengunjung yang ingin trekking, perjalanan menuju Paniisan menghadirkan kombinasi jalur menanjak dan sejumlah titik istirahat. Paniisan merupakan destinasi yang dapat dinikmati oleh pendaki pemula, meski kondisi fisik tetap perlu diperhatikan karena terdapat tanjakan yang cukup menguras tenaga.
Namun perjalanan Syafira kali ini memiliki cerita yang berbeda.
Ia tidak datang sekadar untuk hiking.
Ada es markisa yang menunggu di puncak.
Dua Jam Menuju Puncak
Perjalanan dimulai dari Desa Bojong Koneng.
Sebelum memasuki jalur, Syafira melakukan pemanasan. Setelah itu, langkah demi langkah mulai diarahkan menuju puncak Bukit Paniisan.
Dengan ritme trekking normal, perjalanan menuju puncak dalam pengalaman ITSMe kali ini berlangsung sekitar dua jam.
Kamera ITSMe mengikuti perjalanan tersebut secara natural.
Tidak hanya merekam pemandangan, tetapi juga berbagai momen yang dialami Syafira sepanjang perjalanan.
Ada saat ketika perjalanan masih terasa ringan.
Namun, semakin tinggi jalur yang ditempuh, tanjakan mulai menguras tenaga.
Syafira beberapa kali berhenti untuk mengambil napas, minum, dan beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Pepohonan dan suasana alam kawasan Sentul menjadi bagian dari perjalanan. Ada pula sejumlah aktivitas yang ditemui di sepanjang jalur, termasuk momen ketika kamera merekam penjemuran biji kopi.
Perjalanan menuju puncak akhirnya menjadi pengalaman tersendiri.
Karena dalam trekking, bukan hanya puncak yang penting.
Setiap langkah menuju puncak adalah bagian dari cerita.
Saat Tanjakan Mulai Menguji
Bukit Paniisan memang hanya memiliki ketinggian 846 mdpl.
Tetapi angka tersebut bukan berarti perjalanan menuju puncaknya bisa dianggap tanpa tantangan.
Bagi pendaki pemula atau mereka yang tidak terbiasa berjalan menanjak, jalur ini tetap membutuhkan stamina. Tanjakan semakin membutuhkan tenaga ketika perjalanan mendekati puncak.
Syafira merasakan sendiri bagaimana perjalanan perlahan ini menguras tenaga.
Berhenti.
Minum.
Mengambil napas.
Kemudian kembali berjalan.
Begitu seterusnya.
Namun ada satu motivasi yang membuat perjalanan terus dilanjutkan.
Es markisa.
Sampai di Puncak Bukit Paniisan
Setelah sekitar dua jam trekking, Syafira akhirnya tiba di kawasan puncak Bukit Paniisan.
Angka 846 mdpl yang sejak awal menjadi target akhirnya tercapai.
Rasa lelah perlahan berganti dengan rasa lega.
Dari kawasan puncak, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan dengan hamparan pepohonan hijau dan lanskap alam Sentul. Area puncak juga memiliki tempat duduk yang memungkinkan pengunjung beristirahat sambil menikmati udara segar dan pemandangan.
Kamera drone ITSMe kemudian mengambil gambar dari udara.
Pemandangan dari atas memperlihatkan bagaimana perjalanan yang baru saja ditempuh terasa sepadan dengan apa yang didapatkan di puncak.
Syafira pun menikmati momen tersebut.
Tetapi satu misi belum selesai.
Es markisa.
Es Markisa Rp10.000 di Puncak
Di kawasan puncak Bukit Paniisan terdapat warung yang menjual makanan dan minuman.
Dan di sanalah Syafira akhirnya menemukan minuman yang sejak awal menjadi alasan perjalanan.
Es markisa.
Saat liputan ITSMe pada awal Agustus 2026, harga es markisa tersebut adalah Rp10.000 per gelas.
Setelah menempuh perjalanan menanjak selama sekitar dua jam, segelas minuman dingin tentu terasa semakin menyegarkan.
Rasa penasaran Syafira pun akhirnya terjawab.
Es markisanya memang nikmat.
Namun, justru setelah sampai di titik itu, perjalanan ini memiliki cerita yang lebih menarik.
Ternyata Bukan Es Markisanya yang Paling Berkesan
Syafira berangkat karena es markisa.
Tetapi setelah perjalanan selesai, bukan hanya rasa minuman yang tersisa dalam ingatan.
Ada tanjakan.
Ada rasa lelah.
Ada beberapa kali berhenti untuk beristirahat.
Ada udara segar.
Ada pepohonan hijau.
Ada panorama dari ketinggian.
Dan ada rasa lega ketika akhirnya sampai di puncak 846 mdpl.
Semua pengalaman itu membuat segelas es markisa terasa berbeda.
“Dan benar… es markisa ini memang nikmat. Tapi kalau boleh jujur, yang akan paling lama saya ingat bukan rasanya… melainkan perjalanan untuk mencapainya.”
Mungkin itulah inti perjalanan kali ini.
Sebuah perjalanan tidak selalu harus dimulai dengan alasan yang besar.
Terkadang, segelas es markisa seharga Rp10.000 pun cukup untuk membuat seseorang mau berjalan selama dua jam menuju puncak bukit.
Dan ketika akhirnya sampai, yang dibawa pulang bukan hanya rasa minuman.
Tetapi sebuah cerita.
Berapa Biaya Trekking Bukit Paniisan?
Berdasarkan pengalaman liputan ITSMe pada awal Agustus 2026, biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan ini adalah:
Tiket masuk: Rp20.000 per orang
Parkir mobil: Rp10.000–Rp20.000
Es markisa di puncak: Rp10.000 per gelas
Waktu trekking normal menuju puncak: sekitar 2 jam
Ketinggian: 846 mdpl
Titik awal perjalanan ITSMe: Desa Bojong Koneng, kawasan Gunung Pancar, Sentul, Bogor.
Tarif tersebut merupakan harga yang ditemui saat liputan ITSMe pada awal Agustus 2026 dan dapat berubah sesuai ketentuan pengelola.
ITSMe Travel Series
Mendaki Bukit Paniisan, Demi Secangkir Es Markisa
Reporter: Syafira
Lokasi: Bukit Paniisan, Gunung Pancar, Sentul, Bogor
Waktu liputan: Awal Agustus 2026










