ID EN

FIFA ASEAN Cup 2026: Bisakah Timnas Indonesia Menjadi Juara?

Minggu, 20 September 2026 | 15:16

Penulis: Rojes Saragih

Bisakah Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026? Pertanyaan ini menarik menjelang turnamen perdana FIFA yang berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026.

Indonesia memiliki sejumlah modal penting. Garuda menjadi tuan rumah Division 1 dan tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Juara masing-masing grup akan bertemu di final Division 1 pada 5 Oktober di SUGBK. 

Dengan format tersebut, peluang Indonesia untuk mengejar gelar terbuka. Namun, target juara tetap harus dibuktikan di lapangan.

Erwin: Harus Main Bagus dan Menang

Pengamat sepak bola Erwin Fitriansyah menilai Timnas Indonesia harus bermain bagus sekaligus meraih kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurut Erwin, Indonesia tidak cukup hanya menjadi tuan rumah. Garuda harus menunjukkan kualitas permainan dan menerjemahkannya menjadi hasil positif.

Pandangan tersebut membuat turnamen ini bukan sekadar ajang mencoba pemain. Indonesia harus mampu membangun momentum sejak pertandingan pertama.

Herdman Tidak Menjamin Trofi

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memilih bersikap realistis ketika berbicara mengenai target juara.

Herdman menegaskan dirinya tidak dapat memberikan garansi Indonesia akan mengangkat trofi. Hasil pertandingan, menurutnya, tidak sepenuhnya berada dalam kendali tim karena terdapat faktor seperti aspek teknis, keputusan wasit, dan keberuntungan.

Yang bisa dijanjikan kepada suporter adalah komitmen, fokus, dan perjuangan maksimal di setiap pertandingan.

Namun, tidak menjamin trofi bukan berarti Herdman tidak mengejar gelar. Saat merespons target Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Herdman menyambut ambisi tersebut dan menyebut trofi sebagai sesuatu yang ingin diperjuangkan bersama tim. 


Sapto: Tidak Wajib, Tetapi Seharusnya Bisa

Pengamat sepak bola Sapto Haryo Rajasa memiliki pandangan yang berbeda.

Menurut Sapto, memang tidak ada keharusan bagi Indonesia untuk menjadi juara. Dalam sepak bola, hasil akhir tidak bisa dijamin sebelum pertandingan dimainkan.

Namun, menurutnya, gelar juara Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan sesuatu yang seharusnya bisa dicapai Indonesia.

Salah satu modalnya adalah kesempatan menurunkan pemain terbaik yang tersedia. Herdman dapat memilih pemain-pemain terbaik yang berada dalam kondisi fit untuk turnamen ini.

Artinya, Indonesia memiliki kesempatan untuk tampil dengan kekuatan terbaik yang tersedia.

Status sebagai tuan rumah juga memberikan keuntungan lain. Dukungan suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi Garuda.

Langkah Pertama: Menang di Grup A

Indonesia akan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober.

Tiga pertandingan tersebut menjadi ujian awal Herdman dan skuadnya.

Jika ingin tampil di final, Indonesia harus menjadi juara Grup A. Karena fase grup hanya menggunakan satu putaran, setiap kehilangan poin dapat berpengaruh besar terhadap posisi akhir.

Di sinilah tiga pandangan tersebut bertemu.

Erwin menuntut Indonesia bermain bagus dan menang. Herdman tidak menjamin trofi, tetapi menjanjikan perjuangan maksimal. Sapto menilai juara bukan sebuah keharusan, tetapi sesuatu yang seharusnya bisa diperjuangkan.

Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan “Indonesia Bisa Juara?” tidak akan ditentukan oleh prediksi.

Jawabannya akan ditentukan di lapangan.

Simak pembahasan lengkap Erwin Fitriansyah, Ronny Pangemanan, Raisha, dan Gilang Respaty dalam Podcast ITSMe dari Studio Sentul, Bogor.