Bintang LIV Golf Hadapi Babak Baru, Belum Ada Jalur Khusus Kembali ke PGA Tour
Rabu, 16 September 2026 | 13:00
Penulis: Arif S

Masa depan sejumlah nama besar LIV Golf kembali berada dalam ketidakpastian. Jon Rahm, Bryson DeChambeau, dan Cameron Smith belum memiliki jalur instan untuk kembali ke PGA Tour setelah masa depan liga golf itu memasuki fase baru.
Situasi itu muncul setelah LIV Golf mengajukan perlindungan kebangkrutan pada pekan lalu. Dampaknya, perjalanan karier para pemain bintang menjadi tanda tanya.
Rahm menjadi salah satu nama yang belum memiliki jawaban pasti. Juara major asal Spanyol itu mengaku masih menunggu perkembangan proses hukum sebelum menentukan langkah berikutnya.
BACA JUGA
Format Baru PGA Tour Mulai 2028: Performa Jadi Penentu Naik dan Turun Kasta
Chris Gotterup: Pegolf 26 Tahun yang Jadi Wajah Baru PGA Tour
LIV Golf Merespons Kembalinya Brooks Koepka ke PGA Tour, Posisi Liga Makin Terancam?
“Ada proses hukum panjang harus mereka lalui sebelum banyak hal bisa ditentukan,” ujar Rahm sebelum tampil pada BMW PGA Championship pekan ini di Wentworth.
“Saya benar-benar tidak bisa memberi Anda jawaban saat ini,” tambahnya.
Di sisi lain, PGA Tour tidak membuka pintu khusus bagi para mantan pemainnya yang berasal dari LIV.
CEO PGA Tour Brian Rolapp mengatakan belum ada rencana mengulangi program yang sebelumnya memungkinkan pemain tertentu untuk kembali.
“Dalam hal posisi kami saat ini, kami tidak sedang mempertimbangkan program bagi mantan anggota untuk kembali seperti yang Anda lihat pada Januari,” kata Rolapp.
Pernyataan itu menjadi penting bagi Rahm, DeChambeau, dan Smith. Ketiganya sebelumnya menolak skema yang membawa Brooks Koepka kembali ke PGA Tour Amerika Serikat pada awal tahun.
Dengan jalur langsung belum tersedia, perhatian mengarah ke DP World Tour. Selama ini DP World Tour menjadi salah satu jalur bagi pemain untuk mendapatkan akses menuju PGA Tour.
Saat ini, 10 pemain teratas Race to Dubai memperoleh kartu PGA Tour. Namun, mekanisme itu berpotensi berubah ketika PGA Tour mulai menjalankan struktur baru pada 2028.
Format baru PGA Tour akan membagi kompetisi dalam dua tingkatan, Championship Series dan Challenger Series.
Sistem ini dirancang dengan mekanisme promosi dan degradasi sehingga posisi pemain di setiap level akan ditentukan berdasarkan performa.
Persoalannya, PGA Tour dan DP World Tour belum mencapai kesepakatan mengenai berapa banyak pemain yang nantinya bisa mendapatkan akses ke PGA Tour.
“Itu masih menjadi pembahasan, baik secara internal maupun dalam pembicaraan kami dengan DP World Tour,” kata Rolapp.
“Semangat dari pembicaraan itu sangat produktif. Kedua belah pihak berusaha berpikir kreatif mengenai bagaimana kami dapat mengubah dan meningkatkan hubungan yang sudah ada.
“Seperti pembicaraan apa pun, ada hal-hal kami sepakati, ada yang tidak kami sepakati, dan ada pula hal-hal masih kami coba selesaikan. Kami akan terus melanjutkannya.”
Bagi pemain yang sebelumnya memilih LIV, persoalannya menjadi semakin rumit. Mereka pernah mendapatkan larangan bermain selama satu tahun, tetapi masih bisa berkompetisi di DP World Tour.
Namun, perubahan struktur PGA Tour mengubah jalur itu tidak lagi bisa dianggap sebagai tiket otomatis menuju Amerika Serikat. Rolapp menegaskan siapa pun yang ingin menjadi anggota harus memenuhi persyaratan tertentu.
“PGA Tour dibangun berdasarkan meritokrasi,” kata Rolapp.
“Setiap pemain, baik mereka anggota maupun ingin menjadi anggota, harus mendapatkan tempat mereka.
“Kami adalah organisasi berbasis keanggotaan; kami memiliki aturan, dan aturan dibuat untuk banyak alasan, termasuk keadilan dan keseimbangan kompetisi. Aturan itu penting dan harus ditegakkan.”
Rolapp juga menekankan pentingnya penerapan aturan bagi keberlangsungan kompetisi.
“Akuntabilitas dan disiplin adalah elemen penting bagi liga olahraga mana pun dan tentu saja penting untuk menjaga integritas PGA Tour dan olahraga ini. Itulah yang menjaga tur tetap berjalan.
“Itulah prinsip-prinsip yang menjadi pedoman kami.”
Masa depan sejumlah pemain LIV sangat bergantung pada perkembangan negosiasi dan regulasi baru. Bahkan jumlah kartu PGA Tour melalui jalur DP World Tour masih dapat berubah.
Di tengah ketidakpastian itu, Rory McIlroy memberikan pandangan mengenai posisi Challenger Series.
“Saya tidak melihat alasan mengapa pemain DP World Tour harus pergi ke Challenger Series,” kata juara Masters dua kali.
“Saya tidak melihatnya sebagai sebuah langkah maju dalam karier. Saya melihatnya sebagai langkah yang sangat lateral.”
Pegolf asal Irlandia Utara itu tetap melihat Championship Series sebagai level tertinggi dalam struktur baru PGA Tour.
Persoalan berikutnya, menentukan jumlah pemain dari level di bawahnya yang dapat naik ke kasta tertinggi.
“Tidak terbantahkan, Championship Series akan menjadi level tertinggi golf tur yang bisa Anda mainkan. Selanjutnya, yang perlu diputuskan berapa jumlah kartu untuk naik dari sini ke Championship Series.”
Untuk saat ini, Rahm, DeChambeau, dan Smith masih berada dalam situasi menunggu. PGA Tour telah menegaskan prinsipnya, tetapi bentuk akhir jalur menuju turnamen 2028 masih dalam proses pembahasan.***
Sumber: BBC











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!