Tiga Debutan Jadi Andalan Tunggal Putra Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Kamis, 17 September 2026 | 17:00
Penulis: Arif S

Tim bulutangkis Indonesia membawa wajah baru untuk nomor tunggal putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiga dari empat pemain yang menjadi andalan Merah Putih merupakan debutan di Pesta Olahraga Asia. Ketiganya adalah Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf.
Bagi Alwi dan Ubed, sapaan Moh Zaki Ubaidillah, status debutan di Asian Games tidak berarti mereka minim pengalaman menghadapi turnamen besar.
Keduanya sudah pernah merasakan atmosfer persaingan ketat bersama Indonesia di SEA Games, Piala Sudirman, hingga Piala Thomas.
BACA JUGA
Jersey Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Bawa Identitas Nusantara
PBSI Matangkan Tim untuk Asian Games 2026, Jojo dan Sabar/Reza Masuk Daftar Kandidat
Debut Alwi Farhan di All England 2026 Jadi Ujian Mental di Level Super 1000
Modal itu menjadi bekal ketika mereka bersiap menghadapi level persaingan Asian Games. Alwi bahkan datang dengan kepercayaan diri tambahan setelah meraih hasil positif bersama Ubed di SEA Games.
“Pastinya kami bersyukur dan senang juga bisa mewakili Indonesia di Asian Games. Kami pengen memaksimalkan kesempatan yang ada. Ini Asian Games pertama dan dengan hasil kemarin di SEA Games untuk saya dan Ubed cukup meyakinkan jadi ada modal bagus untuk ke multievent yang levelnya lebih tinggi,” ujar Alwi di laman PBSI.
Bagi Alwi, kesempatan tampil di Asian Games bukan sekadar pengalaman baru. Ia bersama Ubed ingin memanfaatkan momentum untuk menunjukkan perkembangan mereka ketika berhadapan dengan pemain-pemain terbaik Asia.
Ubed memastikan persiapan menuju pertandingan berjalan sesuai rencana. Setelah menjalani program individu, ia bersama rekan-rekan setimnya menyelesaikan persiapan kolektif sebelum bertolak ke Nagoya.
“Persiapan individunya sejauh ini alhamdulillah cukup lancar. Persiapan bersama tim pun juga berjalan dengan baik. Kami siap untuk bertanding di minggu depan,” tambah Ubed.
Dibandingkan Alwi dan Ubed, Yusuf belum memiliki pengalaman di turnamen besar sehingga Asian Games menjadi tantangan sekaligus panggung pertamanya untuk merasakan tekanan kompetisi multievent sebesar itu.
Yusuf mendapatkan dukungan dari para pemain senior di dalam tim untuk mengelola tekanan dan tidak terlalu terbebani statusnya sebagai debutan.
“Pastinya awal-awal ada groginya tapi dari senior terus mengingatkan buat lebih enjoy saja,” kata Yusuf.
Para senior meminta Yusuf melihat pertandingan di Asian Games dengan pendekatan sederhana, seperti ketika menghadapi turnamen individu.
“Mereka selalu berpesan untuk menganggap ini seperti turnamen individu saja. Tetap fokus, semangat dan lebih tenang,” katanya.
Persiapan Indonesia mendapat sentuhan khusus pada hari terakhir pemusatan latihan di Tokyo. Para pemain mendapat kesempatan berlatih bersama legenda bulutangkis Jepang, Kento Momota. Selain mentor, kehadiran Momota juga sekaligus sebagai sparring partner.
Bagi Alwi, kehadiran Momota menjadi pengalaman berharga. Ia mengetahui betul reputasi Momota ketika masih menjadi salah satu pemain tunggal putra paling dominan di dunia.
“Kami tahu Kento Momota sesuperior apa dulu jadi bisa bermain bareng hari ini pastinya senang dan sebuah kehormatan. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” kata Alwi.
Ubed juga memperoleh masukan langsung dari Momota mengenai permainan. Pengalaman berhadapan di lapangan dengan mantan pemain nomor satu dunia itu menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum memasuki kompetisi.
“Senang bisa berbagi lapangan dengan dia, tadi juga Momota sempat memberikan evaluasi dan masukan tentang cara main ke saya,” ucap Ubed.
Rangkaian pemusatan latihan di Tokyo telah selesai. Tim bulutangkis Indonesia dijadwalkan bertolak ke Nagoya pada Kamis 17 September untuk kemudian masuk ke perkampungan atlet.
Cabang bulutangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan dimulai dengan nomor beregu pada 20-24 September. Setelah itu, persaingan nomor perorangan berlangsung pada 25-29 September di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.
Bagi Alwi, Ubed, dan Yusuf, perjalanan menuju panggung Asia kini memasuki fase sebenarnya. Dua pemain sudah memiliki pengalaman multievent sebagai modal, sementara Yusuf membawa energi debutan dengan dukungan para senior di sekelilingnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!