Badak Jawa dan Orangutan Kalimantan, Dua Wisata Satwa Indonesia Mendunia
Rabu, 2 September 2026 | 17:00
Penulis: Arif S

Indonesia kembali menunjukkan kekayaan alamnya di panggung pariwisata dunia. Kali ini bukan lewat pantai, gunung atau kota bersejarah, melainkan melalui pengalaman bertemu satwa liar di habitat alaminya.
Dua pengalaman wisata satwa liar dari Indonesia masuk dalam 10 besar dunia versi Wildlife Experience Index yang disusun perusahaan perjalanan Bailey Robinson.
Pelacakan badak Jawa menempati peringkat kelima dengan skor 85 dari 100, sedangkan perjumpaan orangutan Kalimantan berada di posisi kedelapan dengan skor 84.
BACA JUGA
Labuan Bajo Tak Hanya Komodo, Kemenpar Dorong Pengembangan Daya Tarik Wisata Baru
Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata Bangkit
Semarak Event Jawa Barat September 2026, Ada Bandung X Beauty hingga World Coconut Day
Keduanya menjadi bagian dari daftar yang didominasi destinasi Afrika dan Asia.
Badak Jawa Masuk Lima Besar
Pengalaman pelacakan badak Jawa atau Javan rhino tracking menjadi wisata satwa liar Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar. Dengan skor 85/100, pengalaman ini berada tepat di bawah pelacakan macan tutul salju di Ladakh atau Himalaya yang menempati urutan keempat.
Badak Jawa memiliki daya tarik berbeda dari satwa safari yang lebih mudah ditemukan. Pertemuan dengan hewan ini bernilai tinggi karena kelangkaannya dan terbatasnya habitat alami.
Di Indonesia, Ujung Kulon menjadi rumah penting bagi badak Jawa. Kawasan itu dikenal sebagai benteng terakhir spesies sangat langka ini sehingga pengalaman melihatnya bukan sekadar aktivitas wisata, melainkan bagian dari perjalanan menuju salah satu habitat satwa paling berharga di dunia.
Karakter seperti inilah yang membuat pelacakan badak Jawa mendapatkan tempat tinggi dalam indeks Bailey Robinson. Semakin langka sebuah satwa dan semakin terbatas kesempatan untuk melihatnya di alam liar, pengalaman tersebut menjadi semakin istimewa bagi wisatawan.
Orangutan Kalimantan Menembus 10 Besar
Jika badak Jawa menawarkan pengalaman sangat eksklusif, orangutan Kalimantan memberikan jenis petualangan berbeda.
Bornean orangutan encounter berada di posisi kedelapan dalam daftar Wildlife Experience Index dengan skor 84. Pengalaman tersebut menempatkan Kalimantan sejajar dengan berbagai destinasi satwa liar terkenal di Afrika, Asia dan kawasan kutub.
Hutan Kalimantan menjadi salah satu lanskap utama untuk menyaksikan orangutan dalam lingkungan alaminya. Bagi wisatawan, pengalaman ini bukan sekadar melihat primata berambut kemerahan dari dekat, tetapi memahami bagaimana satwa tersebut hidup di antara pepohonan dan ekosistem hutan hujan.
Taman nasional seperti Tanjung Puting menjadi salah satu kawasan yang dikenal dengan pengalaman pengamatan orangutan. Perjalanan menyusuri sungai dan memasuki lanskap hutan membuat aktivitas wisata terasa seperti ekspedisi kecil ke jantung alam Kalimantan.
Bukan Sekadar Melihat Satwa
Dilansir Euronews, Wildlife Experience Index tidak menentukan peringkat hanya berdasarkan seberapa menarik seekor hewan.
Bailey Robinson mengevaluasi setiap pengalaman berdasarkan enam faktor, yaitu kelangkaan, keterpencilan, pentingnya konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan potensi pertemuan. Masing-masing faktor memperoleh nilai 10 sebelum digabungkan menjadi skor akhir 100.
Dari pendekatan itu terlihat mengapa pengalaman satwa liar Indonesia mampu bersaing dengan destinasi yang selama ini lebih populer.
Badak Jawa menawarkan kombinasi kelangkaan dan keterbatasan habitat. Sementara orangutan Kalimantan menyuguhkan pertemuan dengan satwa di ekosistem hutan hujan yang luas dan kompleks.
Sarah Parker, sales director Bailey Robinson, menyoroti keterkaitan antara kelangkaan dan keterpencilan dalam menentukan kualitas sebuah pengalaman satwa liar.
"Pertemuan satwa liar paling luar biasa di dunia cenderung mengharuskan Anda bepergian lebih jauh, masuk lebih dalam ke alam liar, dan merasakan sesuatu yang hanya sedikit wisatawan memiliki kesempatan untuk melihatnya,” ujar Sarah Parker, sales director di Bailey Robinson.
Indonesia Sejajar dengan Destinasi Satwa Dunia
Dalam daftar 10 besar, pelacakan gorila gunung di Rwanda atau Uganda berada di peringkat pertama dengan skor 90.
Ekspedisi penguin kaisar di Antartika menempati posisi kedua dengan 88,5, sedangkan ekspedisi antelop saiga di Kazakhstan berada di posisi ketiga.
Pelacakan badak Jawa muncul di posisi kelima, disusul pelacakan badak hitam di Namibia atau Kenya. Perjalanan melihat beruang kutub di Svalbard berada di urutan ketujuh, sementara orangutan Kalimantan melengkapi daftar di posisi kedelapan.
Delapan dari 10 pengalaman teratas melibatkan spesies yang berstatus terancam.
Artinya, daftar tersebut secara tidak langsung menunjukkan bagaimana pariwisata berbasis satwa liar dapat berjalan beriringan dengan agenda konservasi ketika pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!