China Masters 2026 Jadi Ujian Jonatan Christie Setelah Naik ke Peringkat 1 Dunia
Selasa, 1 September 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Jonatan Christie akan menjalani China Masters 2026 dengan status baru. Pemain berusia 28 tahun itu untuk pertama kalinya tampil sebagai tunggal putra nomor satu dunia ketika mengikuti turnamen BWF Super 750 di Shenzhen, 1-6 September.
Jonatan menduduki puncak ranking BWF sejak 25 Agustus 2026 dengan koleksi 87.631 poin. Ia naik dua tingkat dari posisi ketiga dan menggeser Christo Popov dari Prancis yang mengoleksi 87.002 poin serta Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dengan 86.915 poin.
Pencapaian itu memiliki arti khusus bagi Indonesia. Jonatan mengakhiri penantian selama 26 tahun untuk kembali memiliki tunggal putra nomor satu dunia setelah Taufik Hidayat mencapai posisi tersebut pada 2000.
BACA JUGA
Jonatan Christie Tantang Loh Kean Yew di Babak 16 Besar China Open 2026
Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Ditantang Teeraratsakul di Semifinal
Ikuti Jejak Taufik Hidayat, Jonatan Christie Jadi Tunggal Putra Nomor Satu Dunia
Kini, China Masters menjadi panggung pertama Jonatan setelah menyandang status itu sekaligus menjadi unggulan pertama di sektor tunggal putra.
Jonatan Langsung Hadapi Leong Jun Hao
Undian China Masters 2026 mempertemukan Jonatan dengan pemain Malaysia Leong Jun Hao pada babak pertama.
Pertandingan itu memiliki rekam jejak cukup berimbang. Jonatan saat ini unggul tipis dalam catatan head to head dengan skor 4-3.
Status unggulan pertama menjadikan Jonatan menjadi salah satu pusat perhatian di Shenzhen. Namun, ia datang dengan target memperbaiki penampilan setelah hasil kurang memuaskan di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Pada turnamen di New Delhi, India, Jonatan terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark dalam pertandingan tiga gim, 21-11, 13-21, 18-21.
China Masters menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk segera kembali menemukan momentum sekaligus menunjukkan status nomor satu dunia mampu diimbangi dengan performa di lapangan.
Ujian Pertama sebagai Nomor Satu Dunia
Pergantian status ranking akan menghadirkan tekanan tersendiri. Jonatan bukan lagi pemburu posisi teratas, melainkan pemain yang harus mempertahankannya.
Selisih poin dengan Popov dan Kunlavut juga tidak terlalu jauh. Karena itu, setiap hasil di turnamen-turnamen berikutnya akan berpengaruh terhadap persaingan papan atas.
China Masters menjadi kesempatan pertama Jonatan menguji konsistensi sebagai pemuncak ranking dunia.
Meski demikian, fokusnya tidak semata mempertahankan peringkat. Persaingan di Shenzhen menjadi bagian dari persiapan menuju agenda yang lebih besar pada penghujung 2026.
Bagian dari Persiapan Asian Games 2026
China Masters 2026 masuk dalam program persiapan pemain Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian menjelaskan sejumlah pemain tetap diturunkan karena membutuhkan tambahan poin ranking sekaligus menjaga ritme pertandingan sebelum Asian Games.
Keikutsertaan Jonatan menjadi bagian dari strategi tersebut. Pertandingan di level Super 750 memberikan kesempatan baginya untuk menghadapi lawan-lawan elite dunia sekaligus menjaga intensitas kompetisi.
Namun, Jonatan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra pada China Masters setelah Alwi Farhan ditarik dari daftar peserta.
Bagi Indonesia, kehadiran Jonatan sebagai nomor satu dunia memiliki arti lebih besar daripada sekadar perubahan angka di ranking BWF.
Setelah 26 tahun, Merah Putih kembali memiliki tunggal putra yang menempati posisi teratas dunia. Jonatan mengikuti jejak Taufik Hidayat yang pernah mencapai pencapaian serupa pada 2000. Kini tantangannya mempertahankannya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!