Mulai September 2026, Bagasi Garuda Indonesia Tak Lagi Sekadar Hitung Total Berat
Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:00
Penulis: Respaty Gilang

Cara traveler menyiapkan koper saat terbang dengan Garuda Indonesia akan mengalami perubahan mulai September 2026. Maskapai nasional Indonesia tersebut akan mengganti sistem perhitungan bagasi dari Weight Concept menjadi Piece Concept.
Perubahan ini penting diperhatikan, terutama bagi penumpang yang terbiasa membawa lebih dari satu koper dengan memanfaatkan total jatah berat yang tersedia.
Dalam sistem lama, berat bagasi dihitung berdasarkan akumulasi keseluruhan. Sementara melalui Piece Concept, jatah bagasi akan ditentukan berdasarkan jumlah koli sekaligus batas berat yang berlaku untuk setiap koper.
BACA JUGA
Garuda Indonesia Terapkan Aturan Bagasi Baru Mulai 1 September 2026, Penumpang Nikmati Jatah hingga 64 Kilogram
Travel Festival 2026: Garuda Indonesia Sediakan 390 Ribu Tiket Promo Domestik hingga Umrah
7 Travel Hacks Biar Koper Kamu Keluar Duluan di Bandara
Artinya, traveler tidak bisa lagi menganggap total kilogram sebagai satu jatah yang bebas dibagi ke beberapa koper.
Sebagai gambaran, apabila tiket memberikan jatah satu piece dengan batas maksimal 23 kilogram, penumpang hanya diperbolehkan membawa satu koper dengan berat hingga 23 kilogram. Membagi berat tersebut menjadi dua koper, misalnya 12 kilogram dan 11 kilogram, tidak otomatis diperbolehkan.
Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut diharapkan membuat informasi mengenai jatah bagasi lebih mudah dipahami penumpang sejak merencanakan perjalanan.
"Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi," kata Neil dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Apa itu Piece Concept pada bagasi Garuda Indonesia?
Perubahan dari Weight Concept ke Piece Concept membuat traveler perlu mengubah cara membaca informasi bagasi pada tiket.
Pada Weight Concept, fokus utama penumpang adalah total berat yang diperbolehkan. Selama akumulasi berat masih berada dalam batas jatah, pembagian barang ke beberapa koper pada prinsipnya dapat dilakukan sesuai ketentuan maskapai.
Sebaliknya, Piece Concept menetapkan dua hal sekaligus: berapa jumlah koper yang boleh didaftarkan dan berapa berat maksimal setiap koper.
Karena itu, traveler yang mendapatkan jatah 2 piece dengan batas 23 kilogram per koper tidak dapat membawa satu koper seberat 30 kilogram dan satu koper 16 kilogram hanya karena totalnya masih 46 kilogram.
Setiap koper harus memenuhi batas maksimal yang ditentukan.
Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa cukup berpengaruh bagi traveler yang membawa banyak barang, bepergian bersama keluarga, membawa perlengkapan olahraga, atau pulang dari perjalanan dengan koper yang lebih penuh.
Berapa Jatah Bagasi Garuda Indonesia?
Jatah bagasi Garuda Indonesia tidak sama untuk semua penerbangan. Besarannya dapat dipengaruhi oleh rute, kelas perjalanan, serta jenis tiket yang dibeli.
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, jatah bagasi dapat mencapai satu piece dengan berat maksimal 23 kilogram.
Pada penerbangan internasional kelas ekonomi, jatah dapat mencapai dua piece dengan batas maksimal 23 kilogram untuk masing-masing koper.
Sementara itu, penumpang Business Class dan First Class dapat memperoleh hingga dua piece dengan berat maksimal 32 kilogram per koper, tergantung rute dan ketentuan yang berlaku pada tiket.
Karena itu, angka tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jatah pasti untuk setiap penumpang. Cara paling aman adalah memeriksa informasi baggage allowance yang tercantum pada e-ticket.
Bagi traveler, langkah sederhana ini penting karena dua penumpang yang terbang ke destinasi berbeda belum tentu mendapatkan jatah bagasi yang sama meski sama-sama menggunakan Garuda Indonesia.
Cara Packing Agar Tidak Terkena Excess Baggage
Perubahan sistem ini membuat strategi packing menjadi sedikit berbeda.
Traveler yang memperoleh jatah lebih dari satu piece sebaiknya tidak hanya menimbang seluruh koper secara bersamaan. Timbang setiap koper secara terpisah sebelum berangkat.
Misalnya, jatah pada tiket adalah dua koper dengan batas 23 kilogram per piece. Usahakan masing-masing koper tetap berada di bawah batas tersebut.
Jika satu koper ternyata kelebihan berat sementara koper lainnya masih cukup ringan, barang dapat dipindahkan. Namun, setelah dipindahkan, masing-masing koper tetap harus memenuhi batas maksimal yang ditentukan.
Ini menjadi penting terutama setelah perjalanan belanja. Traveler mungkin merasa masih memiliki “sisa jatah kilogram”, tetapi jika jatah tersebut berada pada piece lain, kelebihan berat pada satu koper tetap dapat menjadi persoalan.
Jika jumlah koper melebihi jatah yang tercantum pada tiket, penumpang dapat menggunakan layanan excess baggage atau bagasi berlebih sesuai ketentuan Garuda Indonesia.
Bagaimana dengan Bagasi Kabin?
Perubahan sistem bagasi tercatat bukan berarti seluruh barang yang berlebih dapat dipindahkan ke dalam kabin.
Bagasi kabin tetap memiliki batas tersendiri. Garuda Indonesia menetapkan berat maksimal bagasi kabin sebesar 7 kilogram dengan ukuran maksimum 56 x 36 x 23 sentimeter. Total tiga dimensinya tidak boleh melebihi 115 sentimeter.
Karena itu, traveler sebaiknya tidak menjadikan kabin sebagai “koper cadangan” ketika bagasi tercatat sudah terlalu penuh.
Selain mempertimbangkan berat, barang yang dibawa ke kabin juga harus memenuhi ketentuan mengenai jenis barang yang diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.
Kapan aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Berlaku?
Sistem Piece Concept mulai berlaku untuk tiket yang dipesan atau diterbitkan sejak 1 September 2026.
Sementara tiket yang sudah dipesan atau diterbitkan sebelum tanggal tersebut masih mengikuti sistem Weight Concept sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi traveler yang sudah memiliki tiket Garuda Indonesia untuk perjalanan setelah September, tanggal penerbitan tiket menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Jadi, jangan hanya melihat tanggal keberangkatan. Cek juga kapan tiket tersebut diterbitkan dan sistem bagasi apa yang tercantum di dalamnya.
Bagaimana Jika Penerbangan Memakai Maskapai Berbeda?
Traveler yang melakukan perjalanan dengan penerbangan codeshare, interline, atau itinerary yang melibatkan lebih dari satu maskapai juga perlu lebih berhati-hati.
Ketentuan bagasi pada perjalanan seperti ini dapat mengikuti aturan yang berbeda, tergantung maskapai yang mengoperasikan penerbangan serta ketentuan yang berlaku pada rute tersebut.
Karena itu, traveler sebaiknya tidak berasumsi bahwa seluruh perjalanan otomatis menggunakan jatah bagasi Garuda Indonesia.
Informasi pada e-ticket menjadi rujukan penting untuk mengetahui jumlah piece dan batas berat yang berlaku pada perjalanan masing-masing.
Perubahan Kecil yang Bisa Mengubah Cara Traveler Packing
Bagi sebagian penumpang, perubahan dari Weight Concept ke Piece Concept mungkin terasa seperti persoalan administratif. Namun, bagi traveler yang sering bepergian dengan banyak koper, perubahannya cukup signifikan.
Dulu, fokus utama adalah memastikan total berat tidak melewati batas. Kini, jumlah koper dan berat setiap koper sama-sama harus diperhatikan.
Cara paling aman sebelum terbang mulai September 2026 adalah membaca kembali jatah bagasi di e-ticket, menghitung jumlah koper yang akan dibawa, lalu menimbang setiap koper secara terpisah.
Dengan begitu, traveler bisa menghindari kejutan saat check-in dan tidak perlu membongkar koper di bandara hanya karena satu koli ternyata melewati batas berat.
Pada akhirnya, perubahan ini justru bisa menjadi kesempatan untuk membuat proses packing lebih terencana. Traveler tidak hanya bertanya, “Berapa kilogram bagasi saya?”, tetapi juga harus memastikan, “Berapa koper yang boleh saya bawa dan berapa berat maksimal masing-masing koper?”











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!