ID EN

Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup, Wisata Ranu Regulo Tetap Aman

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Jalur pendakian Gunung Semeru
Upaya pemadaman kebakaran di Blok Ranu Kembang di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. . Foto: Balai Besar TNBTS

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup total jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur setelah kebakaran hutan terjadi di Blok Ranu Kembang, Rabu. Kebakaran menjadi alasan utama penutupan karena lokasi titik api berada di sekitar jalur pendakian. 

Kebijakan itu diberlakukan untuk memastikan proses pengendalian kebakaran dan evakuasi pengunjung dapat berlangsung dengan aman.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebakaran di sekitar jalur pendakian membuat akses menuju puncak Semeru harus ditutup seluruhnya.

"Kebakaran hutan yang terjadi 26 Agustus 2026 di Blok Ranu Kembang di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru, dengan begitu jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total," ujar Rudi, sapaan Rudijanta Tjahja Nugraha.

Pendakian Ditutup hingga Waktu Belum Ditentukan

Berbeda dengan penutupan dengan jadwal pembukaan tertentu, kali ini BB TNBTS belum menetapkan batas waktu berakhirnya penghentian aktivitas pendakian.

Rudi menjelaskan penutupan diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman. Salah satu pertimbangannya, kebutuhan untuk mendukung proses pemadaman serta evakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan Semeru.

Aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas selama penanganan kebakaran berlangsung.

Karena jalur pendakian ditutup total, calon pendaki yang sudah membeli tiket juga mendapatkan pilihan pengembalian biaya atau penjadwalan ulang.

BB TNBTS menyiapkan layanan refund tiket maupun perubahan jadwal pendakian setelah aktivitas pendakian kembali dibuka.

Meski jalur pendakian Gunung Semeru ditutup, tidak seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut terdampak kebakaran.

BB TNBTS memastikan kegiatan wisata di Ranu Regulo tetap dapat berlangsung karena tidak terdampak langsung kebakaran di Blok Ranu Kembang.

Akses Malang-Lumajang Tetap Dibuka

Kebakaran di Blok Ranu Kembang tidak mengganggu jalur transportasi antara Malang dan Lumajang.

Rudi memastikan masyarakat masih dapat menggunakan jalur tersebut melalui Kecamatan Poncokusumo di Malang dan Kecamatan Senduro di Lumajang.

"Akses Malang-Lumajang melalui wilayah Kecamatan Poncokusumo (Malang) dan Kecamatan Senduro (Lumajang) tetap dapat dilalui," katanya.

Dengan demikian, penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tidak berarti akses darat di kawasan sekitar ikut ditutup.

Meski begitu, kondisi kebakaran tetap menjadi perhatian karena potensi penyebaran api dan gangguan terhadap keselamatan pengunjung masih harus diantisipasi.

Pengunjung Diingatkan Tidak Menyalakan Api

BB TNBTS mengimbau wisatawan maupun pelaku jasa wisata ikut menjaga kawasan dari ancaman kebakaran.

Pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas yang bisa memunculkan sumber api, terutama ketika kondisi lingkungan rawan terbakar.

"Dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api, termasuk menyalakan api unggun, kembang api, flare, membakar sampah, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran," pungkasnya.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!