Kejuaraan Dunia BWF 2026: Indonesia Hanya Raih Perunggu, Paceklik Emas Berlanjut
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Kejuaraan Dunia BWF di New Delhi, India telah berakhir. Paceklik medali emas Indonesia
berlanjut setelah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah gagal melangkah ke final setelah kalah dramatis dari pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping di semifinal.
Amri/Nita dipaksa mengakui keunggulan Feng/Huang dalam pertarungan selama 97 menit. Pasangan Indonesia kalah 22-20, 14-21, 20-22.
BACA JUGA
Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi Penuh Sejarah, Ini Fakta Menariknya
Jelang All England 2026, 24 Atlet Bulu Tangkis Indonesia Adaptasi Cuaca dan Zona Waktu
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Amri/Nita Lolos Semifinal, Empat Wakil Indonesia Kandas
Dengan hasil ini, Amri/Nita menyumbang medali perunggu bagi Indonesia. Namun, kekalahan itu sekaligus memastikan Merah Putih kembali tanpa wakil di final dan harus memperpanjang penantian untuk kembali meraih emas di Kejuaraan Dunia.
Terakhir kali Indonesia berdiri di podium tertinggi pada 2019 ketika Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia di Basel, Swiss.
Amri/Nita Nyaris Belum Bisa Hentikan Paceklik Emas
Amri/Nita sebenarnya berada sangat dekat dengan peluang menciptakan sejarah. Pada gim penentuan melawan Feng/Huang, pasangan Indonesia mampu membawa pertandingan hingga kedudukan 20-20. Namun, dua poin terakhir menjadi milik pasangan China.
Meski berstatus nonunggulan dan baru menjalani debut di Kejuaraan Dunia, Amri/Nita menjadi wakil Indonesia yang melangkah paling jauh di New Delhi.
Perjalanan mereka sangat impresif karena menyingkirkan dua pasangan unggulan. Di babak 16 besar, mereka mengalahkan juara All England 2026, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan. Pada perempat final, mereka menyingkirkan unggulan ke-11 Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang.
Medali perunggu yang diraih Amri/Nita tetap menjadi pencapaian penting. Mereka menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang naik podium pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Emas Terakhir Datang dari Ahsan/Hendra
Penantian emas Indonesia sudah berlangsung sejak Ahsan/Hendra menjadi juara dunia pada 2019.
Saat itu, pasangan berjuluk The Daddies mengalahkan wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di final dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.
Gelar itu menjadi titel juara dunia ketiga Ahsan/Hendra setelah sebelumnya meraih kesuksesan yang sama pada 2013 dan 2015.
Sejak saat itu, Indonesia memang tetap konsisten membawa pulang medali dari Kejuaraan Dunia, tetapi bukan emas.
Pada 2021, Indonesia tidak berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia di Huelva, Spanyol. PBSI menarik seluruh wakil Indonesia karena pertimbangan keamanan dan keselamatan di tengah penyebaran varian Omicron COVID-19.
Ketika kembali tampil di Tokyo pada 2022, Ahsan/Hendra kembali menjadi wakil Indonesia yang melaju paling jauh. Namun, mereka harus puas dengan medali perak setelah kalah dari pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga menyumbangkan medali perunggu pada edisi itu. Indonesia membawa pulang dua medali dari Tokyo.
Medali Indonesia Berganti Sektor
Setelah Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian pada 2022, tradisi medali Indonesia berlanjut melalui sektor berbeda.
Pada Kejuaraan Dunia 2023 di Kopenhagen, Denmark, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi satu-satunya wakil Indonesia di podium.
Mereka melangkah hingga final sebelum dikalahkan pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan skor 16-21, 12-21. Medali perak itu menjadi satu-satunya medali Indonesia.
Kejuaraan Dunia tidak digelar pada 2024 karena bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade Paris.
Setahun kemudian, pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Putri Kusuma Wardani menjadi penyelamat Indonesia.
Putri mencapai semifinal dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih medali. Langkahnya dihentikan Akane Yamaguchi dari Jepang melalui pertarungan tiga gim.
Lima Medali dalam Empat Edisi
Dalam empat edisi Kejuaraan Dunia yang diikuti Indonesia setelah kesuksesan Ahsan/Hendra pada 2019, Merah Putih telah mengoleksi lima medali, terdiri dari dua perak dan tiga perunggu.
Pada 2022, dua medali datang dari ganda putra melalui Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian. Setahun berikutnya, Apriyani/Fadia menyumbangkan perak dari ganda putri.
Pada 2025, Putri Kusuma Wardani menjaga tradisi medali melalui sektor tunggal putri. Tahun ini, Amri/Nita melanjutkannya dari ganda campuran.
Kini, tujuh tahun setelah Ahsan/Hendra berdiri di podium tertinggi di Basel, medali emas masih harus dikejar Indonesia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!