Desa Wisata Arjasa Jember Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:14
Penulis: Arif S

Kementerian Pariwisata mendorong Desa Wisata Arjasa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. Pengembangan itu dinilai penting karena warga setempat sudah terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata.
Menurutnya, pendekatan itu sejalan dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan desa sebagai bagian penting dalam penguatan ekonomi nasional.
BACA JUGA
78,2 Persen Masih Rintisan, Pemerintah Genjot Transformasi Desa Wisata
Desa Wisata Kemiren Dapat Pendampingan Kemenpar untuk Raih Best Tourism Village
Wisman Serbu Indonesia, Kunjungan Naik 12,3 Persen dalam Setahun Capai 14,85 Juta
"Desa wisata merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata dimana desa wisata adalah salah satu program sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo yakni membangun dari desa," ujar Ni Luh saat mengunjungi Desa Arjasa di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.
Ni Luh menilai manfaat desa wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat karena warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat sebagai pelaku.
"Saya melihat sendiri masyarakat di Desa Arjasa terlibat aktif di sektor pariwisata, sehingga mereka tidak lagi menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku pariwisata. Artinya kehidupan dan ekonomi berputar langsung di masyarakat," katanya.
Kemenpar Siapkan Dukungan Promosi dan Infrastruktur
Menurut Ni Luh, pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan kepada Desa Wisata Arjasa, baik dari sisi promosi maupun hal-hal yang dibutuhkan agar destinasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu kekuatan Arjasa adalah keberadaan atraksi budaya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama sarana pendukung destinasi wisata religi di Sendang Tirtha Amertha Rajasa.
"Saya melihat Desa wisata Arjasa sangat baik sekali karena ada atraksi budaya di salah satu destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDes, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti sarana untuk destinasi wisara ritual umat Hindu di Sendang Tirtha Amertha Rajasa," katanya.
Ni Luh menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Bupati Jember Muhammad Fawait untuk memetakan kebutuhan infrastruktur yang dapat menunjang pengembangan pariwisata di Desa Arjasa.
Pengembangan destinasi, menurut dia, tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Diperlukan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat dan pelaku wisata agar pengembangan berjalan sesuai kebutuhan daerah.
"Untuk mengembangkan sektor pariwisata tidak bisa bicara satu sisi saja, namun harus dilakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Kemenpar siap mendukung untuk mengembangkan Desa wisata Arjasa yang disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.
Jember Ingin Bangkit Lewat Desa Wisata
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut kedatangan Wamenpar sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pariwisata.
Menurut Fawait, pengembangan desa wisata menjadi bagian dari upaya menjadikan Jember sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki daya tarik kuat di ujung timur Pulau Jawa.
"Kami akan menunjukkan bahwa Jember merupakan kabupaten yang terindah di ujung timur Pulau Jawa. Saat desa itu ditetapkan sebagai desa wisata maka pemerintah daerah akan mengembangkan desa tersebut menjadi tujuan wisata yang indah," katanya.
Fawait juga menjelaskan bahwa tidak semua desa di Kabupaten Jember akan dijadikan desa wisata. Pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan pemetaan untuk menentukan desa-desa yang sesuai dikembangkan berdasarkan karakter dan potensinya masing-masing.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan pariwisata dilakukan secara lebih terarah, dengan menyesuaikan potensi setiap wilayah.
Dari Wisata Religi hingga Waterpark
Dalam kunjungannya ke Desa Arjasa, Ni Luh Puspa memulai agenda dari Balai Desa Arjasa. Setelah itu, ia mengunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa yang selama ini menjadi salah satu tujuan umat Hindu untuk kegiatan wisata religi.
Kunjungan kemudian berlanjut ke objek wisata waterpark Citra Mandiri di Desa Arjasa.
Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan beragam potensi yang dapat dikembangkan di desa, mulai dari atraksi budaya, wisata religi, hingga rekreasi keluarga.
Bagi Kementerian Pariwisata, kekuatan desa wisata tidak hanya terletak pada satu objek wisata. Ekosistem yang menghubungkan masyarakat, budaya, atraksi, fasilitas, dan usaha lokal justru menjadi faktor penting agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas.
Dengan keterlibatan masyarakat yang sudah berjalan serta dukungan pemerintah pusat dan daerah, Desa Wisata Arjasa memiliki peluang untuk terus berkembang.
Penguatan fasilitas, promosi, dan kolaborasi akan menjadi bagian penting agar aktivitas wisata di desa tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat Jember.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!