ID EN

Persebaya Surabaya Fokus Pemulihan Kondisi Fisik Jelang Super League 2026/2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:09

Penulis: Arif S

Persebaya Surabaya melawan PSMS Medan
Persebaya Surabaya melawan PSMS Medan pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion GBT Surabaya. . Foto: Antara/Rizal Hanafi

Persebaya Surabaya mulai memasuki fase persiapan akhir sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Pelatih Bernardo Tavares memilih menjadikan pemulihan kondisi fisik sebagai prioritas sebelum tim kembali menjalani program latihan dengan intensitas lebih tinggi.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan para pemain memiliki stamina, kondisi fisik, dan kesiapan mental yang cukup ketika memasuki pertandingan kompetitif. Persebaya dijadwalkan membuka BRI Super League 2026/2027 dengan menghadapi Bhayangkara FC pada 5 September 2026.

"Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka akan menjalani pemulihan, mendapatkan istirahat beberapa hari, dan setelah itu mari kita lihat siapa yang kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.

Bagi Tavares, pemulihan bukan berarti mengurangi ambisi tim dalam mempersiapkan diri. Periode itu menjadi bagian dari evaluasi untuk menentukan pemain yang siap kembali meningkatkan beban latihan.

Persebaya Siapkan Fisik untuk 90 Menit

Tavares menjelaskan jajaran pelatih melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan Persebaya berada dalam kondisi optimal ketika menghadapi pertandingan pertama musim baru.

Salah satu fokus utama adalah daya tahan pemain agar mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit. Pendekatan latihan intensif pun disiapkan untuk membangun ketahanan fisik secara bertahap.

Namun, kemampuan fisik bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian pelatih asal Portugal tersebut. Disiplin dan kemampuan mengendalikan emosi juga dinilai penting untuk menjaga rencana permainan tetap berjalan sesuai strategi.

Tavares mengingatkan pemain agar tidak mudah terbawa emosi ketika berhadapan dengan keputusan wasit. Reaksi berlebihan justru berpotensi membuat tim kehilangan pemain karena akumulasi kartu.

"Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit, dan saya percaya jika kita terlalu emosional, kita akan mendapatkan banyak kartu kuning dan kita harus bisa mengontrol hal ini juga," kata Tavares.

Pesan itu menjadi bagian dari upaya Persebaya untuk mengurangi hal-hal nonteknis yang bisa mengganggu konsentrasi pemain selama pertandingan.

Transisi dan Bola Mati Terus Dimatangkan

Selain meningkatkan kondisi fisik dan mental, Persebaya terus memperkuat aspek taktik. Organisasi permainan, transisi, serta skema bola mati menjadi bagian yang rutin dimatangkan dalam latihan.

Tavares menggunakan sesi latihan kolektif dan pemutaran video secara individual untuk membantu pemain memahami situasi pertandingan secara lebih detail.

Dengan pendekatan itu diharapkan pemain mengambil keputusan dengan cepat ketika menghadapi perubahan situasi di lapangan. 

"Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Hal-hal seperti ini penting untuk dilatih, baik organisasi penyerangan, pertahanan, transisi, hingga skema bola mati," katanya.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Tavares ingin membangun Persebaya dengan pendekatan yang detail.

Bagi sang pelatih, kesiapan tim tidak hanya ditentukan kemampuan mencetak gol atau bertahan, tetapi juga bagaimana pemain menjaga konsentrasi dalam setiap fase pertandingan.

Dengan waktu menuju kick-off Super League semakin dekat, Persebaya kini berusaha menyeimbangkan pemulihan dengan peningkatan intensitas latihan. ***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!