Pemain Muda Indonesia Masuk Radar Ajax Amsterdam, Program Dimulai Januari 2027
Minggu, 13 September 2026 | 15:00
Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Talenta muda Indonesia berpeluang mendapat jalur pengembangan baru melalui kerja sama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Ajax Amsterdam.
Klub Liga Belanda itu akan memantau pemain-pemain potensial Indonesia untuk masuk dalam talent pool dan dikembangkan lebih lanjut melalui program pembinaan Ajax.
Kerja sama PSSI dan Ajax yang diumumkan pada Sabtu (12/9/2026) itu dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2027. Program tersebut tidak hanya menyasar pemain muda, tetapi juga pengembangan pelatih potensial di Indonesia.
BACA JUGA
PSSI Evaluasi Format Lama, Piala Presiden 2026 Bisa Lebih Inovatif
Liga Sepak Bola Putri Indonesia 2026/2027 Dimulai Oktober, Diikuti 6 Peserta
Indonesia Absen di Sepak Bola Asian Games 2026, Ini Penjelasan Erick Thohir
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, Ajax nantinya dapat memilih pemain-pemain yang dinilai memiliki potensi untuk masuk ke dalam talent pool mereka.
"Nanti Ajax bisa memilih pemain-pemain tersebut untuk menjadi talent pool-nya. Kita juga bisa meningkatkan kualitas pemain-pemain muda kita ke depan," ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Melalui kerja sama itu, PSSI berharap kualitas pemain muda Indonesia dapat terus meningkat dengan memanfaatkan pengalaman dan filosofi pembinaan yang dimiliki Ajax.
Dalam pengumuman resminya, Ajax menyebut kemitraan ini akan mencakup program berskala nasional yang memberikan kesempatan kepada pemain di Indonesia untuk berkembang dengan metode dan filosofi pembinaan Ajax.
Ajax juga akan memberikan pelatihan kepada para pelatih di berbagai wilayah Indonesia.
Erick menegaskan, kerja sama dengan Ajax memiliki fokus berbeda dibandingkan kemitraan PSSI dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Menurut Erick, kerja sama dengan Ajax lebih menyasar level elite, terutama untuk menemukan dan mengembangkan pemain muda berbakat serta pelatih potensial. Sementara kerja sama dengan KNVB lebih diarahkan pada pengembangan sepak bola akar rumput dan pembibitan pemain muda.
Erick menilai Ajax memiliki pengalaman panjang dalam membangun talenta sepak bola maupun pelatih. Menurutnya, banyak pemain dan pelatih yang berkembang di Ajax kemudian mampu berkiprah di berbagai negara dan mencapai level tertinggi dalam sepak bola dunia.
"Saya rasa Ajax punya pengalaman yang panjang mengenai pembangunan talenta dan juga pelatih. Sudah banyak pelatih dari Ajax, pemain dari Ajax, yang kemudian berkiprah secara global, bahkan menjadi legenda di banyak negara," kata Erick.
Selain memantau pemain, kerja sama ini juga membuka peluang bagi pelatih Indonesia untuk mengikuti program pengembangan bersama Ajax. Ajax akan mengirim sejumlah pelatihnya ke Indonesia untuk periode tertentu sekaligus melihat pelatih-pelatih lokal yang memiliki potensi untuk mengikuti program di Ajax.
CEO Ajax Amsterdam Menno Geelen menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sepak bolanya dan menyebut kerja sama dengan PSSI sebagai sebuah kehormatan bagi Ajax.
Menurut Ajax, Indonesia merupakan pasar dengan potensi besar dan memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap sepak bola. Karena itu, klub asal Amsterdam tersebut melihat peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan talenta sepak bola Indonesia.
Kerja sama PSSI dan Ajax akan berlangsung selama satu tahun, mulai Januari 2027 hingga Januari 2028. Setelah periode tersebut, kedua pihak akan melakukan evaluasi untuk menentukan kemungkinan memperpanjang sekaligus meningkatkan cakupan kerja sama.
"Jadi, kerja samanya dimulai dari Januari 2027 dan berlangsung sampai Januari tahun depannya, atau sekitar satu tahun. Nanti akan kami evaluasi dan tingkatkan lagi dengan kesepakatan kerja sama yang lebih panjang," ujar Erick.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!