ID EN

Menjelajah Lawang Sewu, Destinasi Wisata Heritage dan Sejarah Kereta Api di Semarang

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Lawang Sewu, Semarang
Lawang Sewu, Semarang menjadi salah satu destinasi heritage dengan nilai sejarah perkeretaapian Indonesia. . Foto: Antaranews

Kota Semarang memiliki banyak pilihan untuk mengisi perjalanan akhir pekan. Selain kuliner dan wisata budaya, kota ini menawarkan sejumlah bangunan heritage yang membawa pengunjung lebih dekat dengan sejarah, salah satunya Lawang Sewu di kawasan Tugu Muda.

Lawang Sewu tidak hanya dikenal karena bentuk arsitekturnya, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan sejarah perkeretaapian Indonesia. Lawang Sewu dibangun Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda.

Pembangunan gedung utama dimulai pada 1904 dan rampung pada 1907. Pada masa itu, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor pusat NIS yang memiliki peran dalam perkembangan jaringan perkeretaapian di Hindia Belanda.

Nama Lawang Sewu kemudian melekat di tengah masyarakat karena karakter bangunannya dengan banyak pintu dan jendela. Sebutan itu menjadi bagian dari daya tarik wisata ketika pengunjung datang melihat langsung bangunan peninggalan masa lalu.

Di dalam kompleks Lawang Sewu, perjalanan sejarah kereta api Indonesia dapat dikenali melalui berbagai koleksi, informasi sejarah, serta ruang edukasi. 

Pengunjung tidak hanya melihat bangunan lama, tetapi juga dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan perkeretaapian dari masa ke masa.

Daya tarik itu menjadikan Lawang Sewu tetap menjadi salah satu destinasi heritage populer di Semarang. 

Sepanjang 2024, tercatat 639.091 orang berkunjung ke Lawang Sewu. Pada 2025, jumlah kunjungan 620.550 orang. Sementara sepanjang Januari-Agustus 2026, Lawang Sewu kedatangan 376.997 pengunjung.

Lawang Sewu telah menerima total 1.636.638 pengunjung sejak 2024 hingga Agustus 2026, . Angka itu menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menikmati wisata sejarah sekaligus mengenal lebih dekat bangunan peninggalan masa lalu.

Menariknya, perjalanan menuju Semarang juga memiliki kaitan erat dengan kereta api. Dua stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol, melayani jutaan pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026.

Stasiun Semarang Tawang mencatat 1.262.315 pelanggan naik dan turun selama periode itu. Rinciannya, sebanyak 628.946 pelanggan naik dan 633.369 pelanggan turun.

Sementara Stasiun Semarang Poncol melayani 1.867.005 pelanggan naik dan turun, dengan rincian 902.984 pelanggan naik serta 964.021 pelanggan turun. 

Aktivitas kedua stasiun ikut menggambarkan tingginya mobilitas masyarakat menuju dan dari Kota Semarang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, keberadaan destinasi heritage seperti Lawang Sewu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat ketika berkunjung ke Kota Semarang.

“Perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini. Masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung,” ujar Anne.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, jumlah wisatawan pada 2024 mencapai 7.345.373 orang, terdiri dari 7.321.077 wisatawan nusantara dan 24.296 wisatawan mancanegara. 

Data itu memperlihatkan besarnya potensi Kota Semarang sebagai tujuan perjalanan, termasuk untuk wisata sejarah dan heritage.

Menjelang akhir pekan, Lawang Sewu dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan suasana berbeda. 

Berada di kawasan Tugu Muda, destinasi ini menawarkan kesempatan untuk melihat langsung bangunan bersejarah sekaligus memahami bagaimana perjalanan perkeretaapian ikut membentuk perkembangan Kota Semarang.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!