Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 5 Bandara Alternatif Dibuka 24 Jam
Senin, 7 September 2026 | 12:00
Penulis: Respaty Gilang

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah. Abu vulkanik membuat delapan bandara harus ditutup sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan maskapai untuk menjaga konektivitas perjalanan udara. Lima bandara bahkan disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam.
Langkah ini menjadi kabar penting bagi traveler yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju wilayah terdampak. Penumpang tidak hanya berpotensi mengalami perubahan jadwal, tetapi juga dapat diarahkan ke bandara lain sesuai keputusan maskapai.
BACA JUGA
Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau? Traveler Bisa Refund 100 Persen
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Wisatawan Diminta Tetap Jauhi Kawah Aktif
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke 33 Penerbangan di Bandara Soetta
Lima Bandara Alternatif Dibuka 24 Jam
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah membuka beberapa bandara alternatif yang bisa dimanfaatkan maskapai selama bandara terdampak belum dapat kembali melayani penerbangan.
Lima bandara tersebut adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.
"Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Kebijakan ini memberikan ruang bagi maskapai untuk mengatur ulang rute penerbangan sesuai kondisi di lapangan. Bandara alternatif dapat digunakan untuk penerbangan kedatangan maupun keberangkatan selama aspek keselamatan di bandara terdampak masih menjadi pertimbangan utama.
Bagi traveler, kondisi ini berarti perjalanan yang semula menggunakan bandara tertentu bisa saja dialihkan. Karena itu, penumpang disarankan memantau informasi langsung dari maskapai sebelum menuju bandara.
Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik
Penutupan sementara diberlakukan terhadap delapan bandara yang terdampak penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Daftar bandara yang terdampak mencakup Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Radin Inten II di Lampung.
Selain itu, terdapat Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Pemerintah menjadwalkan penutupan delapan bandara tersebut hingga Minggu pukul 23.59 WIB. Keputusan berikutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.
Dalam situasi seperti ini, abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam penerbangan karena dapat mengganggu operasional pesawat. Karena itu, perubahan rute atau penutupan bandara dapat dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan.
Penumpang Bisa Mendapat Transportasi Gratis
Tak hanya menyiapkan bandara pengganti, pemerintah juga mengantisipasi persoalan akses darat bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan.
Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports menyiapkan layanan transportasi darat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju sejumlah bandara alternatif. Moda yang disediakan mencakup kereta api dan bus tanpa biaya bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, maupun Yogyakarta.
Menhub memastikan penumpang tidak dikenakan biaya untuk layanan transportasi menuju bandara alternatif tersebut.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi dampak berantai akibat terganggunya operasional penerbangan. Dengan adanya transportasi penghubung, penumpang diharapkan tetap dapat melanjutkan perjalanan meski titik keberangkatannya berubah.
Pelaksanaannya akan dikoordinasikan antara InJourney Airports dan maskapai masing-masing. Penumpang nantinya memperoleh informasi mengenai perubahan lokasi keberangkatan sekaligus pilihan transportasi yang tersedia.
Informasi terkait pengalihan penerbangan dan jadwal terbaru akan disampaikan langsung oleh maskapai kepada penumpang. Karena keputusan pengalihan berada di tangan masing-masing maskapai, traveler sebaiknya tidak langsung mendatangi bandara alternatif sebelum mendapatkan konfirmasi resmi.
Bagi penumpang yang terdampak, pilihan perjalanan tetap terbuka. Mereka dapat melanjutkan penerbangan melalui bandara pengganti atau memilih membatalkan perjalanan sesuai kebutuhan.
"Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya," beber Dudy.
Pemerintah berharap skema tersebut dapat menjaga mobilitas masyarakat, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak dari maupun menuju Jakarta.
Di sisi lain, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas selama penyebaran abu vulkanik masih berpotensi mengganggu operasional bandara.
Koordinasi antara Kementerian Perhubungan, InJourney Airports, maskapai, serta pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan perpindahan penerbangan berjalan lancar dan dampak gangguan transportasi udara dapat ditekan.
Buat traveler, jika penerbangan terdampak erupsi, jangan hanya mengecek jadwal di aplikasi tiket. Pastikan membaca notifikasi resmi dari maskapai karena perubahan bisa mencakup bandara keberangkatan, jadwal, rute, hingga moda transportasi menuju bandara pengganti.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!